Persiapan Purnakarya Dan Membangun Jiwa Kewirausahaan

Posted on Posted in Purnakarya

PROPOSAL PELATIHAN
PERSIAPAN PURNAKARYA DAN MEMBANGUN
JIWA KEWIRAUSAHAAN
( PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA )

 LATAR BELAKANG
Pensiun atau purna karya bagi sebagian orang seringkali dianggap sebagai sebuah kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dihadapi dikemudian hari.
Ketakutan akan kehilangan hal tersebut atau post power syndrome dapat dialami oleh calon pensiunan. Oleh karenanya, sering terjadi orang yang pensiun bukannya bisa menikmati masa tua dengan hidup santai, sebaliknya, ada yang malahan mengalami problem serius (kejiwaan atau pun fisik). Selain aspek psikologis, beberapa perubahan yang dapat berakibat kurang baik apabila tidak dikelola dengan baik adalah aspek kesehatan, baik kesehatan mental maupun fisik.
Salah satu yang perlu ditekankan kepada calon pensiunan adalah, masa pensiun bukanlah akhir dari segala-galanya sehingga tidak melakukan aktifitas seperti sedia kala. Akan tetapi, dengan pensiun diharapkan calan pensiunan diharapkan dapat menciptakan aktifitas yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan, utamanya jika dapat menciptakan alternatif pendapatan. Untuk menyiapkan hal tersebut dibutuhkan berbagai bekal pengetahuan maupun keterampilan termasuk di dalamnya pengetahuan berbagai tren usaha yang berkembang serta perencanan pengelolaan keuangan.

 TUJUAN UMUM
Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta pelatihan agar mampu mempersiapkan pensiun dengan persiapan lebih dini. Diharapkan nantinya peserta dapat mempersiapkan pensiun termasuk di dalamnya penyiapan aspek psikologis, kesehatan, maupun kegiatan yang akan dilakukan pada masa purna karya.

 MATERI PELATIHAN
Materi pelatihan menekankan pada penyiapan aspek psikologis, aspek kesehatan, prinsip-prinsip kewirausahaan. Disamping itu peserta juga akan diajarkan tentang perencanan usaha atau

bisnis sesuai dengan minat masing-masing peserta. Pelatihan terbagi menjadi beberapa materi utama:
1. Entrepreneurship
Istilah Pensiun tidak dikenal dalam kamus seorang entrepreneurship, bahkan sebaliknya seoran pensiunan dapat menjadi seorang entrepreneur sejati. Untuk menjadi seorang entrepreneur tidaklah sulit dan juga tidak mudah, tergantung bagaimana sesorang mengelola pola pikir, sikap dan tekad untuk menjadi entrepreneur khususnya bagi seorang pensiunan yang terbiasa melakukan pekerjaan sehari-hari dengan melakukan pekerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Menjadi seorang entrepreneur tidaklah harus memiliki sebuah usaha yang baru yg tdk dimiliki oleh orang lain, akan tetapi dapat membuka usaha yg sudah ada dengan berbagai inovasi dan bahkan saat ini sudah banyak usaha yang menawarkan kerjasama dengan sistem kemitraan yang notabenenya lebih mudah untuk dijalankan. Oleh karena itu dalam materi ini akan dibahas beberapa hal yg dapat membantu para calon pensiunan mempersiapkan diri menjadi seorang entrepreneur, antara lain :
a. Business Simulation
Dalam materi ini para peserta akan diajak membuat sebuah perencanaan bisnis yang diinginkan dan diminati, melakukan perhitungan dan perkiraan dari bisnis yg dijalankan sehingga dapat mengetahui bisnis yg ingin dijalankan adalah bisnis yang prospek atau tidak.
b. Business orientation
Setiap peserta harus memiliki orientasi bisnis sehigga akan jelas mau kemana bisnis yang akan dikerjakan nantinya, mau jangka panjang atau jangka pendek atau bahkan hanya sekedar menjalankan hobi dan kesenangan. Pada materi ini akan dimatangkan orientasi dalam melakukan rencana bisnis.
c. Business Practice
Sudahlah jelas, rencana bisnis yang dimiliki harus dijalankan bila ingin menjadi entrepreneur sehingga bisnis yang diinginkan bukan sekedar angan-angan belaka. Pada tingkat in para pelaku akan mendapat tantangan dan mengetahui betul seluk-beluk bisnis yang dijalankan. Dan disinilah pengalaman sangat diperlukan

d. Konsultasi Bisnis
Konsultasi bisnis adalah hal yang penting dan harus dilakukan, sebelum ataupun pada saat menjalankan usaha. Konsultasi bisnis dapat dilakukan dengan berdiskusi dengan teman yg sudah menjalankan usaha yang mandiri, atau dengan para konsultan bisnis sehingga usaha yg dijalankan dapat berjalan sesuai yg diinginkan. Pada materi ini kami akan memberikan konsultasi kepada setiap peserta yang akan dan sedang menjalankan usahanya, khususnya pasca pelatihan berlangsung.

2. Mental Switching
Dalam memasuki masa pensiun perlu dilakukan berbagai persiapan baik mental, pola pikir, serta rencana yang baik, agar masa pensiun tetap menjadi masa yang menyenangkan, produktif dan tidak hilang semangat untuk tetap berkarya.
Masa pensiun biasanya menyebabkan orang menjadi ‘kehilangan’ pekerjaan, status, dan wibawa sehingga akhirnya menjadi beban pikiran dan selanjutnya mengganggu kesehatan. Agar hal itu tidak terjadi maka menjelang masa pensiun harus ada persiapan, sikap mental, pola pikir, hidup sehat, siap merencanakan keuangan, belajar menjadi enterpreneur, dan sebagainya. Masalahnya, merubah mental pensiun bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan matang agar masa pensiun menjadi masa yang menyenangkan, dapat mengatur sendiri apa yang diinginkan, tidak terikat waktu kerja, tidak terikat dengan penugasan dari atasan, bahkan mungkin bisa menjadi ‘bos’ pada usaha milik sendiri. Oleh karena itu, pada pelatihan ini akan diberikan beberapa persiapan khusus dalam memasuki masa pensiun yang bahagia.
1.
3. Pembelajaran ke Sentra Bisnis & Berbagi pengalaman dengan pengusaha dari pensiunan pegawai
Pada sesi ini, kami mengajak para peserta berkunjung ke usaha-usaha yang sudah berjalan dan memberikan hasil kepada pemiliknya. Sehingga para peserta dapat berdiskusi langsung dengan pemilik usaha seputar bagaimana membuat dan menjalankan sebuah usaha dll.

4. Pola Hidup Sehat dan Bugar di Masa Purna Bhakti
Masa pensiun biasanya menyebabkan orang menjadi ‘kehilangan’ pekerjaan, status, dan wibawa sehingga akhirnya menjadi stres dan selanjutnya mengganggu kesehatan. Agar hal itu tidak terjadi, maka menjelang masa pensiun harus ada persiapan, sikap mental, pola pikir, hidup sehat, siap merencanakan keuangan, belajar menjadi enterpreneur, dan sebagainya. Masa pensiun mungkin malah menjadi masa yang menyenangkan karena ‘merasa bebas’, dapat mengatur sendiri apa yang diinginkan, tidak terikat waktu kerja, tidak terikat dengan penugasan dari atasan, bahkan mungkin bisa menjadi ‘bos’ pada usaha milik sendiri. Oleh karena itu, pada pelatihan ini
akan diberikan beberapa persiapan khusus dalam memasuki masa pensiun, khususnya pada aspek kesehatan di masa purna tugas.
Kondisi fisik yang sehat pada usia pensiun tentu menjadi dambaan setiap oang telah pensiun. Mereka tentu ingin hidup dengan pola yang sehat, namun kadang-kadang hal itu sulit terlaksana karena berbagai situasi yang kurang memungkinkan. Misalnya kurangnya kesadaran menjaga kebugaran tubuh, konsumsi makanan yang tidak dianjurkan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemahaman berkenaan dengan pola hidup sehat bagi karyawan yang akan memasuki masa purnatugas sangat diperlukan, karena aktivitas mereka setelah tidak lagi aktif di perushaan tempatnya bekerja bisa jadi lebih tinggi karena mengelola usaha yang dijalankan.
Sebagai perusahaan atau instansi yang memiliki pandangan komprehensif terhadap kebutuhan karyawan berkenaan dengan persiapan masa purnabakti, tentu dapat membantu mereka dengan memfasilitasi pada berbagai program pembekalan. tentang berbagai ilmu dan pemahaman kepada mereka tentang bagaimana pola hidup sehat usia pensiun yang dianjurkan oleh pakar kesehatan.

5. Manajemen Investasi Keluarga
Setiap karyawan yang mencapai usia tertentu (biasanya diatas 50 tahun) akan menjalani pensiun secara normal. Namun, kata “pensiun” bisa menimbulkan kegelisahan, kecemasan ataupun ketakutan bagi seseorang. Dia akan kehilangan jabatan, pekerjaan, kesibukan, berpisah dengan teman sekantor dan mitra kerja serta akan kehilangan sebagian besar penghasilan. Bayangan negatif tentang pensiun akan dapat dihilangkan jika setiap karyawan merencanakan masa pensiunnya secara matang
Ada dua hal yang harus direncanakan untuk menghadapi masa pensiun, yaitu Perencanaan Aktifitas dan Perencanaan Keuangan. Perencanaan aktifitas menyangkut kegiatan rutin yang bisa dilakukan, ketika memasuki masa pensiun. Ada beberapa aktifitas yang dapat dilakukan antara lain: menekuni hobi, berolahraga, membaca/menulis buku, mengajar, membangun bisnis sendiri dan lain-lain.
Jaminan kesejahteraan di hari tua merupakan salah satu hal yang mutlak dipersiapkan bagi mereka yang bekerja di sektor formal mau pun non formal. Untuk itu pemahaman mengenai pengembangan dana melalui kegiatan investasi merupakan salah satu kunci pokok untuk keberhasilan perencanaan program pensiun. Kegiatan Investasi memerlukan pengetahuan, pengalaman dan kecakapan analisis untuk menetapkan kebijaksanaan asset alokasi dari berbagai pilihan instrumen investasi yang tersedia.Dalam merespon perubahan kondisi/situasi ekonomi, sosial, politik, dan pengaruh globalisasi, diperlukan informasi yang akurat dan terkini serta kiat-kiat untuk terus mendapatkan hasil yang optimal dan aman. Untuk mentransfer kebutuhan tersebut secara efektif dituangkan dalam Pelatihan Investasi Dana Pensiun.

6. Spiritual Quotient : Hidup Yang Lebih Bermakna
Pada materi ini peserta akan mendapatkan materi dalam bidang spiritual yang akan membahas bagaimana memaknai hidup agar terasa lebih bermakna, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan pasca pensiun.

 SASARAN PESERTA
Seluruh staf dan karyawan yang akan memasuki masa pensiun bersama suami/istri masing – masing.

 WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN
Instruktur Team Bexpert Indoconsult
Tempat Pelatihan Amaris Hotel Cihampelas *** (No.171, Jalan Cihampelas, Bandung, Kota Bandung )
Waktu Pelatihan Tgl, 24 sd 27 Februari 2014 ( 2 hari di kelas dan 2 hari kunjungan lapangan )

Fasilitas Hotel:
 Meeting room
 Kamar Hotel bintang 3 untuk peserta
 Loundre pakaian ( 2 stel pakaian / kamar )
Konsumsi:
 Sarapan, Makan Siang, Makan Malam
 Snack ( Coffe break ) 2x sehari
Transportasi:
 Ke tempat pelaku usaha
 Ke tempat Wisata di Bandung
Perlengkapan:
 Modul, pena, Bloknote
 Sertifikat
 Souvenir
 Tas

Investasi
Rp. 6.400.000,- per pasang.
Pembayaran dapat di transfer ke nomor rekening:
PT. CIMB NIAGA Yogyakarta
076-01-00045-11-0
An. CV Bexpert Indoprima

 INSTRUKTUR PELATIHAN
(Tempat Pelaksanaan di Bandung)
1. DR. Ayi Tejaningrum, SE.,MT, (Manajemen Psikologi)
2. dr. H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S (Manajemen Kesehatan) & (Manajemen Spiritual Untuk Hidup Lebih Bermakna)
3. H. Nurhidayat & Tirta Brahnata. (Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan)
4. Para pemilik usaha/bisnis yg dikunjungi.

 PROGRAM TAMBAHAN
• Tour ke pusat perbelanjaan dan tempat – tempat wisata yang ada di Bandung
• Makan malam dan keakraban.

 INFORMASI DAN PENDAFTARAN
Bexpert Indoconsult
Office : Jl. Taman siswa, No. 142, Mergangsan, Yogyakarta
Phone : 0274 – 4531082 , Fax : 0274 – 4531082
Email : [email protected] / [email protected]
Website : http:// www.bexpertindoconsult.com
Contact Person : Fajar (087 839 890 326)/(08532 888 3511)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *